
Lamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan menggelar acara Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 sekaligus Gelar Karya KKN pada Kamis, 14 Agustus 2025 di halaman Rektorat Unisda Lamongan. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pelaksanaan KKN yang diikuti oleh 855 mahasiswa sejak 8 Juli hingga 8 Agustus 2025.
Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa peserta KKN yang telah menjalankan pengabdian di berbagai desa. Menurutnya, program KKN menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selama satu bulan penuh, mahasiswa Unisda telah hadir di tengah masyarakat desa dengan membawa semangat membangun kemandirian. Penutupan ini bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “KKN UNISDA Berdampak, Membangun Desa Mandiri”, para mahasiswa menampilkan berbagai hasil program kerja dan inovasi mereka dalam Gelar Karya KKN. Pameran ini menampilkan produk-produk unggulan desa, inovasi teknologi tepat guna, program pemberdayaan UMKM, hingga kegiatan literasi digital dan kesehatan masyarakat yang telah dijalankan selama KKN.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisda, Dr. Ahmad Sholikhin, S.IP., M.A., menambahkan bahwa Gelar Karya KKN bertujuan untuk mendokumentasikan sekaligus mempublikasikan hasil kerja mahasiswa di lapangan. “Kami berharap karya mahasiswa ini bisa terus dikembangkan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Acara penutupan dan Gelar Karya KKN 2025 ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen pembimbing lapangan, perangkat desa, serta masyarakat umum. Suasana semakin meriah dengan adanya stand-stand karya mahasiswa yang dikunjungi oleh berbagai kalangan.
Dengan berakhirnya KKN tahun 2025, Unisda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan sosial yang mampu membangun desa mandiri.

