Fakultas Ekonomi Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan menggelar acara *Guest Lecture* bertajuk “Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam di Yaman dan Indonesia” pada Rabu, 18 Maret 2024. Acara ini diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta peserta umum yang tertarik mendalami dinamika budaya Islam di dua negara yang memiliki sejarah Islam yang kuat, yaitu Yaman dan Indonesia. Acara yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB (10.00 waktu Yaman) ini menghadirkan Dr. Muhsin bin Farid Al Baity, Lc., MA dari Al Ahgaff University, Yaman, sebagai narasumber utama. Dengan latar belakang akademis yang mendalam dan pengalamannya dalam kajian Islam, Dr. Muhsin memberikan wawasan mengenai perkembangan budaya Islam di Yaman dan pengaruhnya terhadap masyarakat Indonesia, khususnya dalam hal akulturasi budaya yang membawa dampak besar pada identitas keislaman di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Yaman dan Indonesia memiliki keterkaitan yang kuat sejak zaman para penyebar Islam, yang banyak di antaranya berasal dari Yaman dan berhasil membangun hubungan yang erat dengan masyarakat lokal di Indonesia. Moderator acara, Mokhamad Ali Musyaffa, Lc., M.Pd dari UNISDA Lamongan, memimpin jalannya diskusi dengan baik, mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berinteraksi dengan narasumber. Ia mengajak mahasiswa untuk mencermati bagaimana akulturasi budaya Islam dapat memperkaya kebudayaan lokal tanpa menghilangkan identitas asli dari masyarakat yang menerimanya. Ali Musyaffa juga menekankan bahwa topik ini relevan bagi generasi muda untuk memahami bahwa Islam tidak hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai budaya yang dapat beradaptasi dalam berbagai konteks sosial. Dr. Muhsin juga membahas tentang berbagai contoh nyata akulturasi budaya yang terlihat dalam tradisi keagamaan, arsitektur, serta seni Islam di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari Yaman. Melalui kajian historis yang mendalam, peserta memahami bagaimana nilai-nilai dari budaya Islam Yaman diadaptasi dan menjadi bagian penting dalam identitas Islam Nusantara. Beliau menegaskan bahwa toleransi dan keterbukaan adalah kunci keberhasilan akulturasi budaya Islam di Indonesia. Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Banyak di antara mereka menyatakan bahwa wawasan yang diberikan membuka perspektif baru tentang hubungan budaya dan agama, khususnya dalam sejarah Islam di Indonesia. Para peserta berharap acara serupa dapat digelar secara berkala untuk memperdalam pengetahuan tentang budaya Islam dan memperluas wawasan internasional. Kegiatan *Guest Lecture* ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Ekonomi UNISDA Lamongan untuk memberikan pengalaman akademik yang berkualitas dan memperkaya wawasan global para mahasiswa. Fakultas berencana melanjutkan kolaborasi internasional untuk menghadirkan narasumber ahli dari berbagai negara agar dapat terus memperkuat pemahaman lintas budaya di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.



